Minggu, 31 Maret 2013

PROPOSAL PEMBUATAN WEBSITE E-LEARNING UJIAN AKHIR NASIONAL TINGKAT IX SEKOLAH MENENGAH PERTAMA



“PEMBUATAN WEBSITE E-LEARNING UJIAN AKHIR NASIONAL TINGKAT IX SEKOLAH MENENGAH PERTAMA”


1.1  LATAR BELAKANG

Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah system evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan anatar daerah yang dilakukan oleh Pusagt Penilaian Pendidikan Depdiknas di Indonesia berdasarkan UU RI No 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak – pihak yang berkepentingan.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan , yang dimaksud adalah penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas. Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu.
Penentuan standar yang sudah ditentukan membuat banyak siswa belajar lebih keras lagi untuk  dapat melewati batas standar tersebut . Berbagai cara yang dilakukan guna untuk dapat mendapat nilai yang baik baik dari dalam sekolah maupun luar sekolah . Biasanya , Pihak sekolah selalu mengadakan pendalaman materi khusus bagi para siswa kelas 3 ditambah dengan latihan soal sedangkan kegiatan luar sekolah seperti belajar dirumah sendiri dengan tambahab buku soal latihan khusus untuk Ujian Akhir Nasional dan banyak siswa yang mengikuti bimbingan belajar yang tersedia.
Maka dari uraian di atas penulis ingin membuat e-learning agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siswa – siswa yang membutuhkan .



1.2  RUANG LINGKUP PROYEK SISTEM

Ruang Lingkup dalam penelitian ini adalah :
1.      Materi – materi Ujian hanya tingkat IX
2.      Mengingat banyaknya soal pembahasan Ujian Nasional yang sudah dikumpulkan dari ujian nasional sebelumnya,maka penulis hanya memberi Latihan soal yang berada di bawah 5 tahun .
3.      Simulasi Ujian Nasional dimaksudkan agar siswa dapat mengukur standar nilai yang di dapat .



1.3  METODOLOGI

Metode yang digunakan penulis untuk penulisan ilmiah ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi  pustaka dengan cara Mengambil data yang bersumber dari buku-buku yang berhubungan dengan pembahasan guna menunjang penelitian ilmiah, serta mencari dari internet untuk menghemat waktu dan biaya.


1.4  TUJUAN

Tujuan penulisan ini adalah untuk membuat website e-learning pembelajaran Ujian akhir Nasional tingkat SMP / MTS  kelas IX atau kelas 3 .

1.5  WAKTU PELAKSAAN PROYEK

1. Minggu I: Persiapan.
2. Minggu II – IV: Pengumpulan data, pengolahan dan analisis data secara garis besar.
3.Minggu V – IX: Penyusunan laporan draf, mulai dari BAB I sampai dengan BAB V
4. Minggu X - XII: Laporan akhir

1.6  RANCANGAN BIAYA SISTEM INFORMASI

Penelitian ini merupakan penelitian karya ilmiah untuk memenuhi salah satu
syarat guna memperoleh gelar sarjana pada universitas gunadarma, maka semua biaya
penelitian ditanggung oleh penulis.

1.7  RENCANA PELAKSANAAN
Kegiatan dan Waktu
Pelaksanaan
Mei
Juni
Juli
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Analisis Kebutuhan












Perancangan Umum












Perancangan Detail












Pemograman












Pengujian












Pemeliharaan












Dokumentasi














1.8  TENAGA PELAKSANAAN
Untuk membuat sistem informasi pembelajaran “ E-LEARNING UJIAN AKHIR NASIONAL TINGKAT IX SEKOLAH MENENGAH PERTAMA “ berbasis web , maka dibutuhkan tim yang kompeten di bidangnya masing-masing, sebagai berikut :
Projrct Manager dan System Analisis       : Desy Risnawati
Database Engineering                              : Nurmala Febriyanti Putri
Software Engineer                                   : Novianti Dwi Lestari
1.9  PENUTUP
Adapun harapan atas terselesaikannya program aplikasi ini , dapat berguna untuk mengurangi masalah-masalah yang dihadapi para siswa dan siswi SMP/MTs yang memiliki kekurangan materi-matei yang akan diuji-kan pada Ujian Akhir Nasional.
MeNgingat keterbatasan kemampuan yang dimiliki penulis  diharapkan website ini dapat lebih dikembangkan lagi pada masa yang akan datang, dengan penambahan fasilitas –fasilitas yang belum lengkap seperti fasilitas upload file agar siswa-siswi dapat bersama – sama berbagi materi pelajaran ataupun soal – soal Ujian Akhir Nasional pada website ini sehingga menjadi lebih baik. Mengingat atau menyesuaikan dengan kebutuhan pada saat ini website dapat digunakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

1.10          DAFTAR PUSTAKA


Kamis, 21 Maret 2013

Contoh Proposal

Contoh Proposal Untuk Matakuliah Pengelolaan Proyek Sistem Informasi..

 
BAB 1
   PENDAHULUAN 
      a.    Latar Belakang
Hotel merupakan fasilitas yang sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat meliputi kebutuhan traveling antar kota dalam urusan bisnis maupun wisata. Hotel yang terletak di tengah kota dengan prospek yang menjanjikan tentunya memerlukan suatu system reservasi demi kelancaran pelayanan. Hotel dengan pelayanan yang memuaskan dan menyediakan fasilitas kamar dengan beberapa kelas, laundry, hingga restoran pasti akan banyak dikunjungi para tamu yang akan menginap. Mengingat banyaknya jumlah tamu yang berkunjung, maka masalah dalam pengelolaan informasi persediaan kamar, layanan kamar, laundry hingga restoran menjadi sangat penting. Oleh karena itu, perlu kiranya dibuat sebuah sistem informasi reservasi hotel sehingga pengelolaan informasi persediaan kamar, daftar harga kelas dan layanan kamar, pengelolaan daftar tamu, pencarian daftar tamu dan kamar, pengelolaan daftar tamu cheek-in dan cheek-out, pencetakan laporan harian, mingguan, bulanan dapat dilakukan secara cepat, mudah dan akurat.  
b.      Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup dari sistem informasi reservasi Hotel ini adalah sebagai berikut :
1.   Pembangunan data base harga kelas kamar, layanan kamar.
2.   Mengelola kamar kelas dari stok kamar hingga harga kamar.
3.   Mengelola daftar tamu
4.   Menu pencarian daftar tamu dan kamar.
5.  Mengelola cheek in dan cheek out tamu.
4.   Pembuatan sistem yg dapat mengeluarkan /cetak laporan transaksi dan kegiatan      harian, mingguan dan bulanan.
c.      Tujuan Proyek
Tujuan dari pengembangan Sistem Informasi Reservasi Hotel ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan perangkat lunak untuk aplikasi Sistem informasi reservasi hotel  yang memiliki fitur-fitur standar seperti informasi data kamar dan kelas yg kosong dan terisi, data tamu, data transaksi cheek-in dan cheek-out, pembuatan laporan harian, mingguan, bulanan dan sebagainya.
  2. Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat membuat proses administrasi hotel menjadi teratur dan akurat serta informasi yang diperlukan dapat disajikan dengan cepat, tepat, akurat. 
  3. Sistem informasi ini dapat digunakan untuk membantu dalam mengetahui data kamar dan kelas yg kosong dan terisi, laporan kegiatan dan transaksi hotel harian, mingguan, bulanan, dan mendapatkan hasil laporan yang akurat dan benar . 
  4. Data record transaksi dapat tersimpan dengan aman. 
  5. Dapat meminimalisir bahkan menghilangkan kesalahan-kesalahan yang mungkin seperti yang terjadi jika menggunakan pencatatan secara manual. 
  6. Dapat mengetahui dengan cepat dan mudah kamar dan kelas yang paling laku sehingga dapat menambah service pelayanan kamar yang lebih memuaskan. 
  7. Mempermudah pencarian data transaksi cheek-in cheek-out dan data tamu yang berlangsung beberapa hari/minggu /bulan sebelumnya. 
  8. Dapat mencegah adanya data-data yang hilang seperti halnya yang kadang terjadi jika melakukan pencatatan secara manual. 
 
d.      Keuntungan yang Diharapkan
Dengan adanya sistem informasi reservasi hotel ini diharapkan akan menghasilkan sistem administrasi hotel yang baik dan akurat, mempermudah kerja resepsionist dan admin dalam pencarian data kamar dan kelas serta data tamu. Dan pembuatan laporan harian, mingguan, bulanan sehingga mendapatkan efisiensi waktu dan keakuratan data.

BAB II
DESKRIPSI SISTEM INFORMASI / PERANGKAT LUNAK

a.      Deskripsi Sistem
Sistem ini merupakan sistem yang dapat melakukan proses pengumpulan data dan penyajian informasi secara otomatis tentang daftar harga kamar dan kelas, data kamar kosong dan yg terisi, data cheek-in cheek-out serta data tamu. Input data dari computer recepsionist dan admin  yang akan diproses sehingga menjadi data yang akurat. Keluaran dari system ini berupa data yang bersifat update sehingga dapat membantu kerja resepsionis dan menunjang system administrasi hotel.

b.      Teknologi yang Digunakan
Perangkat keras yang digunakan dalam system ini adalah perangkat keras yang mendukung proses penerimaan pengolahan data. Perangkat yang dibutuhkan adalah :
1.      Perangkat komputer dengan system operasi Windows 7 Ultimate, prosesor Intel Core Duo.
2.      Jaringan LAN yg menghubungkan antar computer recepsionist dengan admin.
Perangkat Lunak :
1.      Windows 7 Ultimate sebagai sistem operasi.
2.       Visual basic 6.0
3.       MySQL sebagai server database.
c.   Batasan Sistem 

Untuk menghindari meluasnya pembahasan dalam system informasi ini, maka penulis memiliki beberapa batasan masalah, antara lain: 
  1.  Sistem Informasi Reservasi Hotel akan dibangun dengan menggunakan program Visual Basic 6.0 dan MySQL sebagai server databasenya
  2. Pengambilan inputan data berdasarkan data yang diperoleh dari Hotel.
  3. Sistem informasi yang akan dibangun hanya menampilkan dan menyajikan informasi data kamar dan kelas yg kosong dan terisi, data tamu, data transaksi cheek-in dan cheek-out, pembuatan laporan kegiatan dan transaksi hotel per-harian, mingguan, bulanan dan sebagainya..
BAB III
METODOLOGI KERJA


a.      Survey Kebutuhan
Mempelajari proses bisnis yang berlangsung di Hotel,  mengidentifikasi  fungsi-fungsi bisnis yang diperlukan sehingga bisa disimpulkan kebutuhan aplikasi perangkat lunak secara pasti.
b.      Analisis dan Perancangan Sistem
Melakukan desain sistem secara detail, mulai dari Context  Diagram, DataFlow Diagram (DFD),  desain file, desain tabel,  relasi tabel dsb sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi bisnis yang dikehendaki.
c.       Pemrograman
Melakukan coding untuk merealisasikan desain fungsi yang telah dibuat.Jumlah baris coding ini turut menentukan besar-kecilnya harga perangkat lunak yang dibuat.
d.      Pengujian
Dilakukan untuk mengetahui apakah pekerjaan pemrograman telah dilakukan secara benar sehingga bisa menghasilkan fungsi-fungsi yang dikehendaki. Pengujian juga dimaksudkan untuk mengetahui keterbatasan dan kelemahan program aplikasi yang dibuat untuk sebisa mungkin dilakukan penyempurnaan.
e.       Dokumentasi
Dalam sebuah proyek bisa terdiri dari beberapa dokumen. Dokumen dibuat untuk melihat  kemajuan proyek yang sedang dikembangkan, sebagai referensi untuk troubleshooting bila terjadi kendala, sebagai pedoman operasional dsb. 
f.       Pelatihan
Sebelum diserah terimakan ke user, pihak developer proyek perangkat lunak bertanggung jawab melatih  user atau operator /recepsionis /reservasi Hotel yang hendak mengoperasikan program aplikasi yang telah dibuat.  Pihak pengembang juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para pengguna di kemudian hari.  
g.      Pemeliharaan
Proyek perangkat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserahterimakan, tetapi masih berlanjut hingga tenggat waktu yang cukup untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak yang telah diserahkan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti.
h.      Tenaga Ahli
Untuk melaksanakan proyek sistem informasi reservasi Hotel ini disiapkan SDM 4 orang dengan peran rangkap seperti dalam tabel di bawah ini :
i.      Struktur Organisasi
 
j.      Penjadwalan Proyek
a    k.   Rencana Anggaran Biaya

BAB IV
PENUTUP

aa.      Kesimpulan
            Hotel menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya, menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka, dan membuat berbagai laporan-laporan yang dibutuhkan oleh manajemen dalam mengambil keputusan.
bb.    Saran – Saran
          Membangun sistem informasi dibandingkan berdasarkan biaya dan keuntungan secara relatif. Biaya adalah kebutuhan pembayaran untuk perancang dan pengoperasi sistem informasi. Keuntungan adalah nilai atau kondisi tambahan sebagai hasil implementasi
sistem informasi.
DAFTAR PUSTAKA

1.      HM., Yogiyanto, Analisis dan Disain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.
2.    Lucas JR, Henry C., Analisis, Desain, Dan Implementasi Sistem Informasi, Penerbit Erlangga, Edisi Tiga, Jakarta, 1987.
3.   http://catatanzarko.blogspot.com/2012/12/contoh-proposal-proyek-teknik.html


Minggu, 24 Juni 2012

Pentingnya Metakognisi dalam Membaca

ABSTRAK
Sebagai salah satu keterampilan berbahasa, membaca ekstensif merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh siswa. Keterampilan membaca ekstensif dibutuhkan untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam belajar. Siswa akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman umum secara luas dari teks yang dibaca. Kenyataanya, ada permasalahan dalam kegiatan membaca ekstensif di SDI Baabuttaubah. Permasalahan tersebut dapat dilihat dari pembelajaran membaca ekstensif yang belum optimal. Pada pelaksanaan pembelajaran membaca ekstensif, guru menggunakan strategi yang kurang bervariasi dan kurang inovatif. Guru mengajarkan membaca ekstensif dengan menyuruh siswa secara langsung membaca teks bacaan yang tersedia dalam buku paket. Guru tidak mengajak siswa melakukan perencanaan diri secara matang sebelum membaca ekstensif. Pada saat pelaksanaan membaca ekstensif, guru tidak mengajak siswa melakukan monitoring pemahaman isi bacaan. Guru tidak melakukan pemantauan terhadap siswa dalam memahami isi bacaan. Pada pascabaca guru langsung menyuruh siswa menjawab pertanyaan yang tersedia di bawah teks bacaan. Guru tidak memberi kesempatan pada siswa untuk mengevaluasi diri terhadap pemahaman isi bacaan atau mengadakan remedial dengan mengulang kembali membaca ekstensif. Hasil kemampuan siswa membaca ektensif masih rendah, nilai rata-rata hanya mencapai 62,05. Apabila dihubungkan dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I di sekolah tersebut dengan angka minimal 70 hanya ada 3 atau 7,69% dari 39 siswa yang dinyatakan tuntas belajar. Salah satu strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran membaca ekstensif adalah strategi metakognitif. Penggunaan strategi ini dapat efektif karena akan melibatkan rencana-rencana atau aktivitas mental siswa yang digunakan untuk memperoleh, mengingat, dan memperbaiki berbagai macam pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan membaca ekstensif. Strategi metakognitif dalam membaca ekstensif merupakan strategi membaca ekstensif yang berkaitan dengan kesadaran siswa untuk mengatur, mengarahkan, dan mengontrol aktivitas kognitifnya melalui tiga tahap, yaitu (1) tahap perencanaan membaca ekstensif, (2) tahap pelaksanaan membaca ekstensif dengan pemonitoran, dan (3) tahap penilaian/remedial membaca ekstensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca ekstensif siswa kelas 1 SDI Baabuttaubah melalui strategi metakognitif.
PENDAHULUAN
            Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari kegiatan membaca. Kegiatan membaca dapat dipandang sebagai kegiatan dasar untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia agar dapat mencapai kemajuan hidup. Membaca adalah sebuah kegiatan sine quo non dalam seluruh proses pendidikan. Segala bidang baik yang berkaitan dengan ilmu maupun budaya tidak akan dapat dikaji dan diperoleh tanpa kegiatan membaca.
            Paradigma tentang hakikat dan tujuan pembelajaran membaca lebih menekankan pada kemampuan memahami teks bacaan. Pemahaman terhadap teks bacaan tersebut tentunya memiliki standar yang dapat dijadikan tolok ukur apakah pembaca benar-benar telah memahami dan menguasai kandungan teks bacaan (content area) atau belum. Pembelajaran membaca yang termasuk dalam pembelajaran bahasa menjadi satu hal yang pokok dan tidak bisa dikesampingkan oleh sekolah sebagai institusi pendidikan yang menjangkau perwujudan budaya literasi (baca-tulis) bagi siswa-siswanya.
          
A.       Pengertian Metakognisi
       Secara etimologis, Istilah metakognisi yang dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan metacognition berasal dari dua kata yang dirangkai yaitu meta dan kognisi (cognition). Istilah meta berasal ari bahasa Yunani μετά yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan after, beyond, with, adjacent), adalah suatu prefik yang digunakan dalam bahasa Inggris untuk menjukkan pada suatu abstraksi dari suatu konsep. (Wikipedia, Free Encyclopedia, dalam Kuntjojo, 2009), sedangkan cognition, menurut Ensklopedia tersebut berasal dari bahasa Latin yaitu cognoscere, yang berarti mengetahui (to know) dan mengenal (to recognize). Kognisi, disebut juga gejala-gejala pengenalan, merupakan “the act or process of knowing including both awareness and judgement”. Merujuk pada kedua istilah tersebut, matakognisi dapat diartikan secara sederhana sebagai the process beyong the process of knowing atau proses didalam proses pengetahuan atau proses di dalam proses mengethui sesuatu. 
Pengetahuan metakognisi merupakan pengetahuan yang diperoleh siswa tentang proses-proses kognitif yaitu pengetahuan yang bisa digunakan untuk mengontrol proses-proses kognitif. Pengalaman metakognisi melibatkan strategi atau pengaturan metakognisi. Strategi metakognisi merupakan proses yang berurutan yang digunakan untuk mengontrol aktivitas kognitif dan memastikan bahwa tujuan kognitif telah dicapai. Proses ini terdiri dari:
1)        perencanaan yang meliputi penentuan tujuan dan analisis tugas. Aktivitas perencanaan akan mempermudah pengorganisasian dan pemahaman materi pelajaran,
2)        pemantauan yang meliputi perhatian seseorang ketika ia membaca dan membuat pertanyaan atau pengujian diri. Aktivitas pemantauan akan membantu siswa dalam memahami materi dan mengintegrasikannya dengan pengetahuan awal, dan
3)        evaluasi atau pengaturan yang berupa perbaikan aktivitas kognitif siswa. Aktivitas ini akan membantu peningkatan prestasi dengan cara mengawasi dan mengoreksi perilakunya pada saat menyelesaikan tugas.
B.       Metakognisi dalam Pemahaman Membaca
Baker dan Brown (Tierney, dkk, 1980: 302) mengungkapkan hal yang sejalan dengan pemanfaatan kemampuan metakognisi yang sebenarnya dimiliki oleh seorang pembelajar. Mereka menyatakan bahwa pembaca efektif adalah individu yang memiliki kemampuan metakognisi, antara lain:
1)        menjelaskan tujuan membaca dengan memahami pertanyaan teks baik eksplisit maupun   implisit,
2)        mengidentifikasi aspek yang penting dari pesan teks,
3)        memberikan fokus perhatian pada kandungan pokok teks,
4)        memonitor aktivitas secara terus menerus untuk menetapkan ukuran kemampuan,
5)        melibatkan pertanyaan mandiri untuk menentukan apakah tujuan telah tercapai, dan
6)        melakukan langkah atau tindakan korektif  jika ada kegagalan yang ditemukan.
Aktivitas belajar tidak dapat terlepas dari empat komponen, yaitu diri pembelajar, materi belajar, strategi belajar, serta tugas. Diri pembelajar adalah pembaca yang dipengaruhi oleh beberapa faktor ketika membaca bacaan misalnya latar belakang pengetahuan, tingkah laku, minat, serta motivasi untuk memahami bahan bacaan. Materi belajar merupakan bahan bacaan atau teks bacaan yang memiliki struktur dan jenis yang berbeda-beda. Bahan bacaan dapat  mempengaruhi pembaca dalam memahami bacaan. Strategi belajar menyangkut perencanaan yang dilakukan sebelum membaca melalui pemilihan dan penerapan cara dan teknik membaca untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Karakteristik pembelajaran yang mendayagunakan kemampuan metakognisi pada umumnya belum terlihat pada proses pembelajaran di sekolah. Guru dianggap sebagai pemberi ilmu dan siswa berada dalam keadaan kosong sehingga siswa hanya menerima pengetahuan. Padahal, kemampuan yang ada dalam diri siswa sangat beragam dan jika dimanfaatkan dengan baik dapat membuat proses belajar lebih efektif, termasuk dalam membaca. Metakognisi dalam membaca untuk studi diartikan sebagai pengetahuan pembelajar tentang strategi dan kemampuan untuk memperluas pengetahuan untuk memonitor proses membaca yang dilakukan (Vacca dan Jo Anne, 1989: 220). Siswa sebagai pembelajar yang mandiri senantiasa mengetahui mengapa, bagaimana, dan kapan mereka menggunakan strategi membaca. Dalam diri mereka  tumbuh kesadaran untuk mendiri dan menganalisis tujuan kegiatan membaca, mengidentifikasi apa yang sudah diketahui dan yang belum diketahui, merencanakan proses membaca agar terlaksana dengan baik, serta mengevaluasi hasil kegiatan membaca yang mereka lakukan. 
KESIMPULAN
       Membaca merupakan suatu keterampilan berbahasa yang sangat penting sekali. Pembelajar yang baik adalah pembelajar yang mengetahui dan sadar atas proses yang dilakukan. Metakognisi dapat dipandang sebagai salah satu elemen yang penting sekali dalam mencapai tingkat pemahaman membaca. Pengetahuan tentang metakognisi dapat menuntun pembaca untuk mengetahui segala aspek yang dapat memperlancar proses membaca, yaitu dari fase sebelum membaca sampai apa yang akan dilakukan sesudah proses membaca selesai. Jadi, penting sekali untuk mempelajari dan mengetahui proses-psoses metakognisi.
       Studi tentang pentingnya metakognisi sebagai salah satu elemen untuk mempermudah dan memperlancar hendaknya senantiasa terus dikembangkan. Penelitian lebih lanjut untuk mengimplementasikan pengetahuan metakognisi dalam kegiatan membaca dapat memperkaya wawasan pembelajar sehingga analisis dan komparasi terhadap beberapa studi metakognisi dapat diketahui.

DAFTAR PUSTAKA
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/10690